Ekonomi Korupsi

Mentri BUMN di Desak Tetapkan Yossi Istanto Sebagai Dirut BTN Pada RUPS LB 18 Oktober

Kisruh di Bank BTN sejak pergantian Maryono sebagai Dirut Bank BTN oleh Suprajarto belum juga berakhir ,dimana Suprajarto yang akhir memilih menolak untuk ditempatkan di Bank BTN dan menyatakan mundur dari posisi Dirut Bank BTN .

Penolakan Suprajarto yang ditunjuk sebagai Dirut Bank BTN akhirnya Posisi Dirut Bank BTN di jabat oleh Dirut Plt Bank BTN .

Tentu saja akibat keputusan Meneg BUMN yang tidak professional dalam penempatan Dirut Bank BTN ini menyebabkan penurunan kepercayaan para pemegang saham minoritas di Bank BTN Demikian dijelaskan oleh Asosiasi Pemegang Saham Minoritas Bank BTN di Bursa Saham Indonesia

Apalagi menurut Surahman Koordinator Asosiasi Bank BTN ketika dipimpin oleh Maryono kinerjanya sangat buruk dengan tingginya NPL dan banyak Kredit Macet yang diduga disengaja akibat Kredit disalurkan hanya untuk menguras Dana bank BTN ,yang akibatnya banyak Kasus Kredit Bank BTN yang disidik oleh Bareskrim Polri Dan Kejaksaan Agung yang berpotensi tindak Pidana korupsi

Yang akhirnya membuat kerja keras Yossi Istanto sebagai Ditektur Bank BTN yang menangani kasus kasus kredit macet tersebut di Bareskrim Dan Kejaksaan Agung

Dengan akan adanya Pelaksanaan RUPS LB tanggal 18 Oktober 2019 atau 2 (dua) hari sebelum pelantikan Presiden Jokowi tanggal 20 Oktober 2019 adalah merupakan pelaksanaan RUPS yang dipaksakan dan hanya merupakan bentuk arogansi dari Menteri Negara BUMN yang dapat diduga kuat memiliki kedekatan khusus dengan Maryono untuk melindungi kepentingan Maryono di Bank BTN jelas Surahman

Surahaman juga Mengecam Meneg BUMN yang mewakili kepentingan pemegang saham mayoritas atas tindakannya yang terlalu banyak bermain dalam kepentingan politik di BUMN khususnya dalam pengelolaan Bank BTN sehingga merugikan kepentingan pemegang saham minoritas.

Kami dari pemegang saham minoritas selama ini dalam pelaksanaan RUPS hanya menjadi assesoris belaka dan hanya menjadi stempel dari kepentingan pemegang saham mayoritas, sehingga suara pemegang saham minoritas selama ini tidak mempunyai peran sama sekali dalam pelaksanaan RUPS BTN bahkan dalam menyampaikan pertanyaan dan kritikpun kami dibungkam sehingga kami harus menanggung resiko apabila Bank BTN menjadi salah urus seperti sekarang ini dimana NPLnya melonjak tinggi jelas

Surahman juga mengatakan Bahwa peran dari generasi milenial di BTN pada saat ini juga tidak mendapat porsi yang serius untuk proses regenerasi dan pendapatnya cenderung diberangus dan dilarang bersikap kritis. Akibat perilaku dan kebijakan yang cenderung otoriter maka sangat merugikan generasi milenial dan merugikan Bank BTN sendiri karena permasalahan BTN cenderung dimanipulasi dengan praktek ABS (Asal Bapak Senang).

Bahwa memepertimbangkan hal-hal diatas maka kami dari kelompok Assosiasi Pemegang saham Minoritas (Apresiasi) BTN menuntut kepada Meneg BUMN agar menjalankan agenda dan kepentingan pengelolaan Bank BTN sebagaimana visi Presiden Jokowi yaitu hal-hal Asosiasi Pemegang Saham Minoritas menyatakan


a. Menolak penunjukkan Dirut BTN kepada orang-orang yang memiliki afiliasi kepentingan yang kuat dengan Dirut yang lama Sdr.Maryono.


b. Menuntut Meneg BUMN memecat seluruh Direksi BTN kecuali Sdr.Yossi Istanto karena terbukti telah sekian lama Direksi tersebut terlibat main mata dengan Maryono sehingga muncul dugaan kuat terdapat manipulasi laporan keuangan BTN seperti disinyalir oleh pengamat ekonomi Ida bagoes Oka dalam artikel di infobanknews.com.


c. Menuntut Meneg BUMN agar fair dan adil tidak terpengaruh dengan suara-suara dari luar yang punya kecenderungan melakukan pembunuhan karakter terhadap Direksi BTN yang memwakili kepentingan milenial yaitu Sdr.Yossi Istanto.


d. Menuntut dan mendesak kepada Meneg BUMN agar menunjuk Sdr.Yossi Istanto sebagai Dirut BTN mewakili kepentingan generasi milenial yang tidak terpengaruh dengan praktek kecurangan yang dilakukan diera Maryono.


e. Menuntut Meneg BUMN agar bersikap adil dalam menilai Sdr.Yossi Istanto sebagai generasi millennial yang sarat dengan prestasi sebagai Direktur Human Capital BTN, yaitu dengan keberhasilannya memberikan sanksi atau memecat puluhan karyawan BTN yang terbukti melakukan fraud atau korupsi namun selama ini selalu merasa aman karena dilindungi oleh Maryono dan selama ini Sdr.Yossi Istanto satu-satunya Direksi BTN yang berani terbuka memperjuangkan kepentingan developer usaha kecil dan menengah.


f. Menuntut dan mendesak kepada Meneg BUMN agar tidak terpengaruh terhadap opini media yang cenderung menyesatkan dengan menyebarkan fitnah terhadap Sdr.Yossi Istanto yang selalu mengkait-kaitkan dengan permasalahan di Bareskrim yang Sdr.Yossi Istanto tiidak pernah melakukan kesalahan apapun, dan untuk itu Apresiasi BTN juga menuntut dan mendesak kepada Bareskrim Polri agar tidak ikut bermain dalam permainan politik yang sarat dengan kepentingan dari pihak-pihak tertentu untuk menghancurkan nama baik Sdr.Yossi Istanto

Related posts

Pantes Aja Kebakaran hutan dan Lahan setiap Tahun ,Wong Dana Pencegahan Karhutla di kasi ke Konglomerat Hitam

admin

PPSI :Saham Bank BTN diduga di goreng untuk naikan harga Saham

admin

Indonesia hanya lame duck (Bebek Lumpuh)di Asean dari dampak perang dagang AS- RRC

admin

Leave a Comment

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

Facebook
Facebook
YouTube
Instagram