Kriminal Politik

Direktur BTN Yossi Istanto Segera Berstatus Tersangka

Kasus pembobolan dana nasabah di Bank BTN sejumlahcan250 Milyar Rupiah sudah tiga tahun tak kunjung ditetapkannya otak utama dari Bank BTN di jajaran Direksi Bank BTN

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Ditipideksus) Bareskrim Polri terus mengembangkan penyelidikan kasus pembobolan dana nasabah Bank Tabungan Negara (Bank BTN) sebesar Rp 250 miliar.

Yossi Istanto

Direktur Legal Bank BTN Yossi Istanto dipanggil untuk diperiksa. Penyidik memanggil Yossi untuk mendalami keterlibatan atasan atau Direksi Bank BTN dalam kasus deposito palsu tersebut.

“Beberapa tersangka sudah di vonis. Jadi kita mau naik ke step yang lebih tinggi,” jelas Wakil Direktur Tindak Pidana Khusus (Wadirtipideksus) Bareskrim Kombes Helmy saat dikonfrimasi #hastagnews rabu siang kemarin

Dalam kasus deposito palsu ini, dua orang pegawai Bank BTN telah dijatuhkan vonis Pengadilan. BS oleh di PN Jakarta Selatan dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara kemudian DP oleh PN Jakarta Utara divonis delapan tahun penjara.

Ditipideksus Bareskrim Polri masih memiliki kecurigaan apakah hanya BS dan DP yang bersalah dalam kasus dugaan pembobolan dana nasabah.

“Pemanggilan Yossi tersebut untuk mendalami lebih jauh dugaan keterlibatan jajaran elite Bank BTN. Kita mencari petunjuk, mencari apakah ada pihak-pihak yang memberi perintah,” ujar Helmy.

Mantan Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya ini menambahkan, untuk pemanggilan saksi lain di BTN tergantung dari hasil pengembangan proses penyidikan yang sedang berjalan.

Sebelum Yossi, Dirtipideksus Bareskrim juga telah memanggil staf Bank BTN Pusat, Lia Mauliana.

Dalam surat bernomor S.Pgl/1396/VI/Res.2.3/2019/Dit.Tipideksus tertanggal 10 Juni 2019 itu disebutkan Lia Muliana dipanggil sebagai saksi dalam perkara dugaan terjadinya tindak pidana perbankan terkait dengan Anggota Komisaris, Direksi atau pegawai bank, atau pihak terafiliasi yang dengan sengaja tidak melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan ketaatan bank terhadap ketentuan dalam undang-undang ini dan ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku bagi bank”

Sementara Pengamat Kejahatan Perbankan Indonesia ,Hadi Suroso mengatakan memuji kinerja Polri dalam membongkar kasus ini .dan meminta agar segera menetapkan Yossi Istanto sebagai Tersangka baru .dalam kasus ini karena bukti sudah cukup



Ditipideksus Bareskrim Polri masih memiliki kecurigaan apakah hanya BS dan DP yang bersalah dalam kasus dugaan pembobolan dana nasabah.

“Pemanggilan Yossi tersebut untuk mendalami lebih jauh dugaan keterlibatan jajaran elite Bank BTN. Kita mencari petunjuk, mencari apakah ada pihak-pihak yang memberi perintah,” ujar Helmy.

Mantan Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya ini menambahkan, untuk pemanggilan saksi lain di BTN tergantung dari hasil pengembangan proses penyidikan yang sedang berjalan.

Sebelum Yossi, Dirtipideksus Bareskrim juga telah memanggil staf Bank BTN Pusat, Lia Mauliana.

Dalam surat bernomor S.Pgl/1396/VI/Res.2.3/2019/Dit.Tipideksus tertanggal 10 Juni 2019 itu disebutkan Lia Muliana dipanggil sebagai saksi dalam perkara dugaan terjadinya tindak pidana perbankan terkait dengan Anggota Komisaris, Direksi atau pegawai bank, atau pihak terafiliasi yang dengan sengaja tidak melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan ketaatan bank terhadap ketentuan dalam undang-undang ini dan ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku bagi bank”

Related posts

Terbongkarnya Kasus Bawang Putih import, kementrian Pertanian di periksa KPK

admin

Poling Calon Menteri Gerindra, Arief Poyuono Paling Bisa Diterima Pendukung Jokowi

admin

Pesan Jendral Dan The Next Presiden of Indonesia

admin

Leave a Comment

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

Facebook
Facebook
YouTube
Instagram